Selasa, 03 Juli 2012

Bunga Matahari (Helianthus annuus L.)



Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) adalah tumbuhan semusim dari suku kenikir-kenikiran (Asteraceae) yang populer, baik sebagai tanaman hias maupun tanaman penghasilminyak. Bunga tumbuhan ini sangat khas: besar, biasanya berwarna kuning terang, dengan kepala bunga yang besar (diameter bisa mencapai 30 cm). Bunga ini sebetulnya adalah bunga majemuk, tersusun dari ratusan hingga ribuan bunga kecil pada satu bongkol. Bunga Matahari juga memiliki perilaku khas, yaitu bunganya selalu menghadap ke arah matahariatau heliotropisme. Orang Perancis menyebutnya tournesol atau "pengelana Matahari". Namun demikian, sifat ini disingkirkan pada berbagai kultivar baru untuk produksi minyak karena memakan banyak energi dan mengurangi hasil.
Tumbuhan ini telah dibudidayakan oleh orang-orang Indian Amerika Utara sejak ribuan tahun lalu. Selanjutnya tersebar ke Amerika Selatandan menjadi salah satu sumber pangan bagi warga Inka. Setelah penaklukan oleh orang Eropa, bunga Matahari diperkenalkan ke Eropa dan berbagai penjuru dunia lainnya pada abad ke-16. Semenjak abad ke-17 bijinya digunakan dalam campuran roti atau diolah sebagai penggantikopi serta cokelat. Penggunaannya sebagai sumber minyak mulai dirintis pada abad ke-19.
Klasifikasi Tanaman:
Regnum
Divisi
Subdivisi
Ordo
Famili
Upafamili
Bangsa
Genus
Spesies
Helianthus annuus L



Morfologinya yaitu Tumbuhan terna semusim yang berasal dari Amerika Tropik bagian utara (Meksiko), tinggi 3m sampai 5m tergantung varietasnya. Daun tunggal lebar. Batang biasanya ditumbuhi rambut kasar, tegak, jarang bercabang.
Bunga tersusun majemuk. Terdapat dua tipe bunga: bunga tepi atau bunga lidah yang membawa satu kelopak besar berwarna kuning cerah dan steril, dan bunga tabung yang fertil dan menghasilkan biji. Bunga tabung ini jumlahnya bisa mencapai 2000 kuntum dalam satu tandan bunga. Penyerbukan terbuka (silang) dan dibantu oleh serangga. Pada hari yang cerah, tandan bunga majemuk mengikuti pergerakan harian Matahari (asal nama tumbuhan ini), yang gejalanya disebut heliotropisme. Tumbuhan mendapat keuntungan 10% lebihfotosintesis karena pergerakan ini.
Buahnya bertipe buah kurung (achene). Buah kering berdinding agak keras dan tak terlalu tebal ini sering disangka 'biji' bunga Matahari, karena memang tidak dapat dengan mudah dibedakan. Bijiyang sesungguhnya terletak di dalam, terlindung oleh buah yang serupa tempurung.
Budidaya tanaman Helianthus annuus dilakukan dengan mempertimbangkan sifatnya yang menyukai tanah yang subur dan hangat. Tumbuhan ini menyukai suasana yang cerah. Mengingat asalnya, tumbuhan ini cocok tumbuh pada tempat dengan iklim subtropik. Di daerah tropika hasilnya tinggi jika ditanam pada dataran tinggi. Di daerah beriklim sedang seperti Eropa tumbuhan ini hanya bisa ditanam pada musim semi hingga musim gugur dan harus dihindari terkena frost. Kerapatan tanam biasanya 60000 hingga 70000 tanaman per ha.
Ada empat kelompok budidaya bagi bunga Matahari yang dibedakan berdasarkan kegunaannya. Kultivar yang dirakit biasanya diarahkan pada salah satu kegunaan tertentu saja.
§  Kelompok penghasil minyak, dimanfaatkan minyak bijinya. Biji kelompok ini memiliki cangkang biji yang tipis. Kandungan minyaknya berkisar 48% hingga 52%. Untuk menghasilkan satu liter minyak diperlukan biji dari kira-kira 60 tandan bunga majemuk.
§  Kelompok pakan ternak, dipanen daunnya sebagai pakan ataupupuk hijau.
§  Kelompok tanaman hias, yang memiliki warna kelopak yang bervariasi dan memiliki banyak cabang berbunga,
§  Kelompok kuaci, untuk dipanen bijinya sebagai bahan pangan.
Kelompok Bunga matahari yang digunakan dalam peneliian ini adalah kelompok pertama. pemanfaatan bunga Matahari terutama adalah sebagai sumber minyak, baik pangan maupun industri. Sebagai bahan pangan, minyak bunga Matahari cocok dipakai untuk menggoreng, mengentalkan, serta campuran salad. Minyak bunga Matahari kaya akan asam linoleat (C18:2), suatu asam lemak tak jenuh yang baik bagi kesehatan manusia. Kepentingan teknik menginginkan minyak dengan kadar asam oleat yang lebih tinggi dan terdapat pula kultivar bunga Matahari yang menghasilkan minyak dengan kualitas demikian (mengandung 80% hingga 90% asam oleat, sementara kultivar untuk pangan memiliki hanya 25% asam oleat).

Kamis, 01 Maret 2012

Nama - Nama Tail Beasts

Berikut adalah cuplikan manga dari Naruto chapter 572:




Jadi, Nama -nama Tail Beasts dari ekor 1 - 9 yaitu :
1 : Shukaku
2 : Matatabi
3 : Isobu
4 : Son Gokuu
5 :Kokuou
6 : Saiken
7 : Choumei
8 : Gyuuki
9 : Kurama

Sepertinya hubungan antara shukaku dengan Kurama kurang baik, tetapi kesembilan monster berekor ini dulunya merupakan suatu kesatuan dan seperti yang sudah diramalkan kakek tua dalam cerita, mereka akan disatukan kembali oleh "The Choosen One" yang akan bisa membawa mereka ke arah yang benar. Kalau tidak salah kaprah, Naruto adalah Sang Terpilih yang akan menyatukan mereka, dengan demikian dia akan menguasai kekuatan yang sangat hebat bahkan sepertinya Sasuke dan Madara palsu tidak akan bisa menang melawan Naruto setelah dia memperoleh kekuatan dari pengetahuan akan nama-nama sulit tersebut...

Baca selengkapnya di www.unixmanga.com ...

The Avengers - Official Trailer #2 (HD)

Minggu, 13 November 2011

Pembantaian Orangutan di Kalimantan ulah Malaysia

Puluhan orangutan (Pongo pygmaeus) menjadi bulan-bulanan warga Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Ancalong, Kutai Kartanegara. Berdalih sebagai hama yang merusak dan menggagalkan panen tanaman kepala sawit, warga lantas menangkap, mengikat, merangkeng dan menyiksa. Seluruh aksi pembantaian sadis ini dikabarkan terjadi di sebuah areal konsesi perkebunan kelapa sawit.

Saksi mata yang enggan dikorankan namanya menunjukkan sejumlah foto dokumentasi saat kejadian itu berlangsung tahun 2009-2010 lalu. Menurut dia, pembantaian sadis puluhan orangutan itu atas sepengetahuan dan restu perusahaan sawit.



Saksi mata lainnya, yang diwawancarai oleh seorang reporter televisi RCTI Indonesia, Mr. X dan Mr. Y juga mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut. Mr. X yang merupakan mantan pekerja di perkebunan Kelapa sawit Khaleda miik perusahaan Malaysia tersebut mengatakan bahwa pihak perkebunan tersebut menganggap Orangutan dan monyet sebagai hama sehingga menyiapkan para pemburu untuk menyigkirkan mereka.


Mr. Y membeberkan bahwa pihak Malaysia itu menyiapkan dana khusus untuk melakukan pembasmian orangutan. Dana yang disiapkan tidak diketahui pasti anggarannya, tetapi setiap pemburu menembak dan membawa bangkai Orangutan itu kepada pihak mereka, maka akan diberi imbalan 1 juta per kepala.

Direktur perusahaan sawit itu saat dikonfirmasi kemarin, mengaku tidak tahu menahu adanya aksi pembantaian yang disebut-sebut atas restu perusahaannya."Memang informasi itu ada saya dapat dari sejumlah orang. Bahkan ada yang SMS ke HP (hanphone) saya. Tapi saya tidak tahu hal, karena saya baru masuk perusahaan ini September 2010," ujarnya.

Saksi mata yang datang ke kantor Tribun itu menuturkan, saat itu perusahaan sawit tersebut sedang gencar-gencarnya melakukan perluasan area perkebunan kelapa sawit. "Area perkebunan ini bersebelahan dengan area KBK (Kawasan Budidaya Kehutanan) yang di dalamnya sudah hidup habitat orangutan. Tentu ini membuat kehidupan mereka terusik. Orangutan-orangutan itu berhamburan keluar dari tempat tinggal mereka. Mungkin juga kesal karena kehidupan mereka terusik dengan aktivitas pekebunan sawit itu, orangutan pun merusak sejumlah sawit yang sedang tumbuh. Dari situlah awalnya, perusahaan kemudian membuat kebijakan bahwa orangutan adalah hama yang wajib dibasmi atau dibunuh," kata pria tersebut menuturkan.

Proses pembantaian, lanjutnya, dilakukan dengan cara sayembara terbuka yang diumumkan pihak perusahaan, yakni berbunyi: "barang siapa baik karyawan maupun masyarakat sekitar yang mampu menangkap orangutan itu baik dalam keadaan hidup maupun mati, diberikan imbalan berupa uang dari mulai Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. Imbalan disesuaikan dengan kecil dan besarnya tangkapan itu."

"Dari situlah baik karyawan perusahaan maupun masyarakat sekitar pun berlomba-lomba berburu orangutan. Ketika dapat baik sudah mati ataupun hidup, langsung diserahkan ke pihak perusahaan khususnya di lokasi pembantaian yang sudah disediakan. Dan karyawan ataupun warga yang menyerahkan itu, langsung diberi uang cash sesuai dengan kecil dan besarnya orangutan yang ditangkap," terangnya.

Setelah diserahkan, ada petugas khusus dari perusahaan yang membantai mereka satu-persatu. Yakni dengan cara memotong-motong tubuh orangutan itu menjadi banyak. Potongan tubuh orangutan itu dibungkus dengan karung, untuk kemudian dibuang ke tempat khusus pembuangan yang juga sudah disediakan oleh perusahaan. "Ada tempat pembuangan khususnya, saya lupa," ujarnya.

Salahkan Kontraktor
Direktur perusahaan itu (nama ada pada redaksi) tak berani membenaran atau membantah soal kabar mengenai adanya pembantaian orangutan pada tahun 2009-2010 lalu di areal perusahaan yang ia pimpin sekarang.

"Kalau saya ya, wallahu 'alam, karena pada tahun 2009-2010 saya belum masuk.. Saya masuk di perusahaan itu mulai September 2010 , jadi jujur saya tidak mengetahui kejadian pembantaian tersebut sebagaimana yang dituduhkan," ujar Tonny saat ditemui Tribun di kantornya di Samarinda.

Meski tidak mengetahui kejadian pembantaian orangutan, ia mengaku pernah mendengar informasi adanya pembantaian orangutan itu dari sejumlah warga. Ada warga yang datang langsung ke kantornya maupun orang-orang yang menginformasikannya melalui pesan pendek.
Ia mengatakan, kalaupun benar ada terjadi kejadian pembantaian di areal/lahan perkebunan di arealnya, bukan serta merta kesalahan dan tanggungjawab perusahaan. Itu bisa jadi kesalahan kontraktor selaku pelaksana pekerjaan.

"Seandainya terjadi kejadian pembantaian itu, kalau saya cenderung bukan perusahaan yang disalahkan. Itu kalau pendapat saya ya, karena kita sifatnya hanya melakukan pengawasan saja, sedangkan semua pekerjaan diborongkan kepada kontraktornya langsung," ujarnya.

Menurut saya, pendapatnya itu sangat egois dan terkesan berusaha mencari pembenaran atas kebiadaban yang telah dilakukannya. Sudah jelas bahwa habitat asli Orangutan adalah hutan Kalimantan yang luas dimana mereka dapat menemukan makanan dengan mudah. Tetapi karena penyerobotan lahan oleh manusia yang diubah dari tempat tinggal mereka menjadi perkebunan kelapa sawit, maka mereka tidak punya pilihan lain selain beradaptasi dengan tanaman kelapa sawit karena makanan aslinya sudah tidak ada akibat penebangan dadn pembakaran hutan untuk dijadikan lahan perkebunan. Awalnya, para Orangutan ini juga tidak mengenal kelapa sawit, tetapi setelah mereka mencoba dan bisa dimakan, akhirnya mereka menjadikannya sebagai makanan mereka.

Tindakan pembantaian Orangutan yang semata-mata untuk melidungi aset perkebunan ini harus diusut dan ditindak tegas. Pihak Malaysia sendiri kerapkali mencari masalah dengan mencuri dari Indonesia dan mengakui kebudayaan milik negara kita. Bahkan, di iklan TV di Starworld saya sering melihat iklan untuk pariwisata mereka malah mengatasnamakan kepunyaan kita. Bukan cuma itu, sebuah iklan contact lensa yang diiklankan oleh seorang gadis Malaysia malah memamerkan ukulele. Apa sekarang kita akan tinggal diam saja saat satwa asli Indonesia yang terlindungi dibinasakan...???

Sabtu, 08 Oktober 2011

Fitokimia: Cairan Penyari (Solvent)


1.    Apa itu Fitokimia?
Fitokimia atau kadang disebut fitonutrien, dalam arti luas adalah segala jenis zat kimia atau nutrien yang diturunkan dari sumber tumbuhan, termasuk sayuran dan buah-buahan. Dalam penggunaan umum, fitokimia memiliki definisi yang lebih sempit. Fitokimia biasanya digunakan untuk merujuk pada senyawa yang ditemukan pada tumbuhan yang tidak dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh, tapi memiliki efek yang menguntungkan bagi kesehatan atau memiliki peran aktif bagi pencegahan penyakit. Karenanya, zat-zat ini berbeda dengan apa yang diistilahkan sebagai nutrien dalam pengertian tradisional, yaitu bahwa mereka bukanlah suatu kebutuhan bagi metabolisme normal, dan ketiadaan zat-zat ini tidak akan mengakibatkan penyakit defisiensi, paling tidak, tidak dalam jangka waktu yang normal untuk defisiensi tersebut.
Fitokimia berasal dari kata “ Phytochemical”. ‘Phyto’ berarti tumbuhan atau tanaman dan ‘chemical’ sama dengan zat kimia, Jadi Fitokimia adalah zat aktif dalam tanaman yang memberikan warna, rasa, bau, dan perlindungan terhadap penyakit pada tanaman. Fitokimia bekerja sebagai antioksidan kuat, yang dapat meningkatkan pertahanan tubuh kita terhadap penyakit dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Sebagian besar penelitian yang dilakukan berfokus pada efek anti kanker dari fitokimia, hasilnya sama pentingnya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh atau mencegah penuaan. Para ilmuwan di Human Nutrition Research Center on Aging (HNRC) memberi nilai pada 60 buah-buahan dan sayuran yang berpotensi menjadi antioksidan, yang bisa menstabilkan sel dan membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas dan molekul yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Antioksidan dapat membantu mencegah kanker, penyakit jantung dan kondisi lain yang merugikan kesehatan. Buah dengan skor tertinggi dalam studi HNRC adalah blueberry, kemudian stroberi, plum, dan kismis.
Banyak dari antioksidan juga memiliki sifat anti-inflamasi, dan beberapa lagi memiliki kemampuan alami mengurangi kadar kolesterol darah. Maka, sangat penting untuk mengisi diet Anda dengan makanan yang berwarna-warni. Makanlah buah dan sayuran berwarna biru, merah, ungu, oranye, kuning, dan hijau. Berikut ini sumber makanan yang mengandung fitokimia:
  1. Buah-buahan: Apel, aprikot, alpukat, pisang, ceri, jeruk, anggur, kiwi, lemon, mangga, melon, jeruk, pepaya, persik, pir, dan plum.
  2. Serealia: jagung, gandum, quinoa, beras merah, dan benih gandum.
  3. Kacang-kacangan dan Biji-bijian: Flaxseed, macadamia, pecan, biji wijen, dan walnut.
  4. Sayuran:: Asparagus, buncis, bit, brokoli, kubis brussel, kol, wortel, seledri, kembang kol, jagung, terung, sayuran hijau gelap dan selada, jamur, bawang, kacang hijau dan kering, cabe, kentang, labu, kedelai, selada air, musim dingin labu, tomat, dan lainnya.
Secara garis besar, senyawa fitokimia diklasifikasikan menjadi :
1.    Fitokimia Karotenoid
2.    Fitokimia Fitosterol
3.    Fitokimia Saponin
4.    Fitokimia Glukosinolat
5.    Fitokimia Polifenol
6.    Fitokimia Inhibitor protease
7.    Fitokimia Monoterpen
8.    Fitokimia Fitoesterogen
9.    Fitokimia Sulfida
10. Fitokimia Asam Fitat
11. Fitokimia lainnya

Dalam menentukan senyawa fitokimia yang terkandungan dalam suatu tanaman atau tumbuhan, maka dikenal istilah Uji fitokimia. Uji fitokimia dilakukan untuk menentukan golongan senyawa aktif dari ekstrak tumbuhan . Uji fitokimia yang sering dilakukan yaitu uji polifenol, kuinon, alkaloid, triterpenoid, steroid, saponim dan flavonoid.
A.   Uji polifenol
Ekstrak diteteskan di atas pelat tetes dan ditambah larutan FeCl3. Hasil positif ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi biru-hitam.
B.   Uji kuinon
Ekstrak diteteskan di atas pelat tetes dan ditambah larutan NaOH 2N. Hasil positif ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi merah.
C.   Uji alkaloid
Ekstrak ditambah kloroform dan asam sulfat secara berurutan kemudian dikocok. Larutan didiamkan hingga kloroform dan asam sulfat memisah. Lapisan asam (bagian atas) diteteskan pada pelat tetes dan diuji dengan reagenWagner (kalium tetraidomerkurat) dan reagen Dragendorff (kalium tetraidobismutat). Hasil positif ditandai dengan terbentuknya endapan coklat kemerahan pada reagen Dragendorff dan warna coklat pada reagen Wagner.
D.    Uji triterpenoid, steroid dan saponim
Ekstrak diuapkan, ditambah kloroform dan dikocok kuat-kuat. Terbentuknya busa yang stabil selama 30 menit menandakan adanya saponim dalam Ekstrak. Ekstrak yang sudah ditambah dengan kloroform, ditambah dengan asam klrida 2N kemudian disaring. Lapisan atas diuji dengan reagen Liebemann Bucchard. Hasil positif triterpenoid ditandai dengan terbentuknya warna merah. Sedangkan hasil positif steroid ditandai dengan terbentuknya warna hijau-biru.
E.    Uji flavonoid
Ekstrak diuji dengan tiga jenis ereaksi yang berbeda yaitu NaOH, asam sulfat pekat dan Mg-HCL. Perubahan warna yang terjadi pada masing-masing pereaksi disesuaikan dengan tabel reaksi warna flavonoid
Dalam bidang keilmuan, fitokimia adalah bagian dari ilmu farmakognonosi yang mempelajari sistematika tumbuhan obat mulai dari segi anatomi, morfologi, senyawa metabolit (kimia, protein) dan genetik, kultur jaringan tanaman/hewan, ekstraksi, isolasi, struktur elusidasi senyawa metabolit beserta aktivitasnya, standarisasi bahan dan formulasi obat tradisional.

Sumber:
* http://www.ikatanapotekerindonesia.net/articles/pharmacy-newsflash/476-fitokimia-mencegah-penyakit-degeneratif.html


2. Cairan Penyari (Solvent) berdasarkan tingkat kepolaran dan titik didih
Tingkat kepolaran pelarut ( yang digunakan sebagai cairan penyari dalam berbagai praktikum fitokimia )  diurutkan berdasarkan konstanta dielektrik dari senyawa tersebut. Semakin besar konstanta elektriknya, berarti semakin besar pula tingkat kepolarannya. Berikut adalah tingkat kepolaran cairan penyari disertai dengan Rumus kima, Ttik didih, Konstanta Dielektrik dan massa jenisnya !


Solvent
Pelarut Non-Polar
CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3
69 °C
2.0
0.655 g/ml
C6H6
80 °C
2.3
0.879 g/ml
C6H5-CH3
111 °C
2.4
0.867 g/ml
CH3CH2-O-CH2-CH3
35 °C
4.3
0.713 g/ml
CHCl3
61 °C
4.8
1.498 g/ml
CH3-C(=O)-O-CH2-CH3
77 °C
6.0
0.894 g/ml
Pelarut Polar Aprotic
/-CH2-CH2-O-CH2-CH2-O-\
101 °C
2.3
1.033 g/ml
/-CH2-CH2-O-CH2-CH2-\
66 °C
7.5
0.886 g/ml
CH2Cl2
40 °C
9.1
1.326 g/ml
CH3-C(=O)-CH3
56 °C
21
0.786 g/ml
Asetonitril (MeCN)
CH3-C≡N
82 °C
37
0.786 g/ml
H-C(=O)N(CH3)2
153 °C
38
0.944 g/ml
CH3-S(=O)-CH3
189 °C
47
1.092 g/ml
Pelarut Polar Protic
CH3-C(=O)OH
118 °C
6.2
1.049 g/ml
CH3-CH2-CH2-CH2-OH
118 °C
18
0.810 g/ml
CH3-CH(-OH)-CH3
82 °C
18
0.785 g/ml
CH3-CH2-CH2-OH
97 °C
20
0.803 g/ml
CH3-CH2-OH
79 °C
30
0.789 g/ml
CH3-OH
65 °C
33
0.791 g/ml
H-C(=O)OH
100 °C
58
1.21 g/ml
H-O-H
100 °C
80
1.000 g/ml
Sumber : www.wikipedia/wiki/pelarut

Referral Code Kredivo

 Kredivo adalah kartu kredit digital berupa aplikasi di smartphone yang memberikan kamu kemudahan untuk beli sekarang dan bayar nanti dalam...