Hope You Like It!!!

Pengetahuan dapat berasal darimana saja dan kita juga dapat membagikannya dimana saja jika itu adalah hal yang bermanfaat, menyenangkan atau bahkan gabungan keduanya. Selama tidak ada pihak yang dikorbankan, let's spread the joy to the world!

Hope You Like It!!!

Semoga Blog ini bisa bermanfaat untuk semuanya. Salam hangat dari Mahsumi Yumi Rhe...

Selasa, 29 Juli 2014

Chapter I : Ben


                Selama yang bisa diingat Ben, dia tidak pernah mengenal ayahnya. Selama ini dia hanya tinggal berdua dengan ibunya. Ibunya adalah segalanya baginya. Ben masih ingat saat dia kecil ibunya selalu menemaninya bermain setiap dia tidak di kantor. Walaupun dia seorang wanita karir yang sibuk, tetapi selalu punya waktu untuk Ben. Di dunia ini, tidak ada orang yang menyayanginya lebih daripada ibunya. Butuh waktu yang lama bagi ibu Ben untuk mengatakan yang sebenarnya tentang ayahnya. Ketika masih SD, dia dan teman-temannya suka duduk sambil berbincang di atas pohon di halaman sekolah saat istirahat dan suatu hari mereka berbicara tentang ayah-ayah mereka, entah siapa yang memulai topik ini dia sudah idak ingat. Yang jelas perbincangan itu berakhir dengan semua temannya punya ayah yang bisa mereka banggakan atau jelek-jelekkan. Ada yang ingin menjadi seperti ayah-ayah mereka, ada yang ingin mengalahkan ayah mereka atau berharap agar ayahnya tidak pernah ada tetapi ren hanya bisa tersenyum.
Sesampainya di rumah, itu pertama kalinya seumur hidup dia bertanya pada ibunya tentang ayahnya dan kenapa mereka bahkan tidak punya fotonya terpajang di rumah ini. Ibunya bercerita bahwa ayahnya meninggalkannya karena wanita lain saat Ben masih dalam kandungan lalu ibunya mengeluarkan selembar foto yang kelihatannya sudah usang. Ternyata foto sepasang pengantin. Yang perempuan menggelayut di lengan lelaki dengan ekspresi yang berbinar-binar. Dari mata dan senyumnya Ben bisa mengenali bahwa wanita itu adalah ibunya. Berarti pria yang berdiri tegap di sebelahnya itu adalah ayahnya.
Ben sudah mulai belajar untuk membenci pria itu.
10 tahun kemudian ibunya meninggal.
Ben  baru berumur 13 saat ibunya meninggal. Sebelum meninggal, ibunya meningggalkan identitas ayahnya menyuruh ren pergi mencarinya. Dia menitipkan maaf untuk ayahnya. Maaf katanya. Ben mendengusdia yang seharusnya minta maaf
Ibunya membuka mulut seolah ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak jadi. Dia hanya membelai wajah Ben dengan sayang lalu tersenyum lemah.
Pergilah, tolong sampaikan maafku. Kuharap kalian bisa bahagia, aku sudah begitu egois menyimpanmu untukku sendiri
“Kau anak yang luar biasa Ben” Ben masih bisa melihat binar di mata ibunya, kebanggaan.
Dia memaksakan sebuah senyum “Yeahhh Boy Genius dan sebagainya, aku tahu bu. Itu karena aku adalah anak ibu. Tidak ada hubungannya dengan orang itu. Aku hanya anak ibu . Aku baik-baik saja selama ini bersama dengan ibu tanpa dia jadi tidak ada alasan untuk menemui orang itu.”
“Iya, Kau anak ibu. Ibu menyayangimu. Maaf, tapi…“
Air mata Ben mulai mengucur
“Tolong, bu. Bisakah ibu berhenti meminta maaf”
Ibunya kembali tersenyum “Iya sayang, maaf.”
“Ibu!!!” Ben memutar bola matanya dan menatap ibunya penuh kasih. Keesokan harinya dia sudah tidak bisa lagi bertemu  dengan ibunya, hanya jasadnya. Dia sudah lupa berapa lama dia menangisi kematian ibunya, berhari-hari, berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Tidak! Salah! Dia tidak pernah berhenti menangisi kematian ibunya dan sampai sekarang dia masih menangis dalam hati walaupun tidak menampakkannya di permukaan.
Sejak ibunya meninggal, dia tidak pernah ambil pusing untuk kembali lagi ke rumah tempat dulu mereka tinggal. Dia menyewa Apartemen untuknya sendiri, tidak ingin diingatkan oleh kenangan masa lalu yang tidak akan bisa kembali lagi. Dia tinggal sendiri dan berusaha dengan kepintarannya untuk menyambung hidup dan semua itu berbuah hasil.
Ben adalah anak yang sangat pintar, seorang jenius. Dia menyelesaikan 12 tahun pendidikan awalnya pada saat berumur 13 tahun dan 2 tahun kemudian telah menjadi seorang sarjana. Setelah itu dia menjaminkan rumah peninggalan ibunya untuk membuka usaha sendiri. Ya, dia mulai terjun sebagai bisnisman pada usia 15 tahun. Dia merekrut SDM yang bekerja untuknya, awalnya hanya 3 orang, Pak Andi, Harto dan Sumi. Ternyata perusahaan mereka berkembang dengan sangat baik sehingga Ben dapat menggaji tenaga kerja yang lebih banyak dan tindakannya menyembunyikan identitasnya dia rasa cukup tepat karena tidak yakin bahwa orang-orang selain Pak Andi, Harto dan Sumi akan mau dipimpin oleh anak kecil dan menganggap remeh kemampuannya. Dia pun megatur perusahaan dari balik layar. . Luar biasa mengingat penampilan Ben yang masih remaja banyak orang yang mempercayakan kontrak ke perusahaan IT-nya, tetapi tentunya mereka tidak tahu umur Ben yang sebenarnya. Bahkan beberapa klien mengira bahwa Ben adalah Pak Andi yang memang sering dia tugasi untuk mewakili dirinya berbicara atas nama perusahaan. Tidak ada yang pernah komplain karena kemampuan Ben memang bisa disejajarkan dengan peruhaan-perusahaan IT besar, bahkan lebih. Dia punya otak, kreativitas dan manajemen tingkat dewa. Dalam sekejap, namanya mulai terkenal. Sayangnya hanya namanya. YA, belum pernah ada media yang berhasil mengabadikan potret seorang Ben Pratama dan setiap ada undangan wawancara dia selalu menugaskan agar Pak Andi saja yang pergi. Tidak heran, kabar bahwa Ben Pratama adalah orang yang sama dengan Andi Suseno pun merebak. Seperti teori-teori konspirasi yang laku bak kacang di pinggir jalan, Ben suka tertawa-tawa sendiri mendengar teori-teori konyol yang tiba-tiba muncul ke permukaan. Ada yang bilang bahwa dia sebenarnya bule. Wakakakakkkk. Ada yang bilang dia itu bos mafia dari dunia hitam dan seterusnya. Dan seterusnya.
Oh, ayolah…. Dari sekian banyak teori-teori gila itu kenapa tidak ada yang mengusulkan anak ingusan sebatangkara yang tidak diakui oleh ayahnya. Come on people!
Butuh waktu lama bagi Ben untuk menetapkan keputusan mencari ayahnya. Bukan karena dia ingin pengakuan atau uang dari orang itu. Dia tidak butuh semua itu. Dia hanya ingin mencari alasan, pembenaran dari penelantaran terhadap dia dan ibunya. Selain itu, kata-kata terakhir ibunya selalu terngiang dalam benak Ben
aku sudah begitu egois menyimpanmu untukku sendiri
Kenapa ibunya berkata seperti itu. Apa jangan-jangan ayahnya, ehmmm,,, orang itu tidak tahu akan keberadaan Ben. Hal ini memunculkan dilemma tersendiri bagi Ben. Kalau dia tahu apakah itu akan membuat perbedaan? Atau dia memang tahu.
Lama-kelamaan dia tak sanggup lagi. Suatu malam dia terbangun dari tidurnya dan membuka laci meja. Ditariknya keluar sehelai kertas bertuliskan alamat dan nama seseorang yang selama ini selalu berusaha untuk dilupakan Ben dengan otaknya yang dianugerahi memori fotogenik. Imposible! Tanpa melihat tulisannya, dia langsung meremas kertas itu dan melemparkannya ke perapian di sudut ruangan. Bukan karena dia sudah menyerah dan tidak peduli tapi karena dia tidak perlu melihat untuk mengetahui tulisan yang tertera disitu. Tekadnya sudah bulat. Dia akan mencari tahu kebenarannya.
Alamat orang itu terletak di luar pulau jadi sepertinya dia harus pergi jauh, meninggalkan perusahaan yang dia rintis saat lulus kuliah, yang sekarang sudah semakin berkembang. Akhirnya dia sampai. Dia telah menyewa Apartemen di kota ini dan hanya sehari setelah tiba dia segera menuju alamat yang diberikan almarhumah ibunya. Dia tidak ingin kehilangan keberanian karena menunggu terlalu lama. Saat  akan masuk ke pekarangan luas itu, dia bertabrakan dengan seorang gadis. Gadis itu mendongak, dia memakaikacamata dengan lensa yang sangat tebal, membuat ukuran matanya jadi lebih besar daripada yang seharusnya.
“Maaf, maaf...”
 Mengingat Benlah yang sudah menabrak gadis itu, dia heran kenapa malah dia yang minta maaf.
“Gak kok, itu salahku” lalu dia tersenyum ramah kepada gadis itu
“a... ada... apa.. ya kamu ke ssss sini? Ma...mak ehh...sudku cari siapa ?”
oh rupanya dia gagap, kasihan. Sudah jelek, gagap lagi
“aku mencari pak ryan, ada?”
“Oh, papa ada di dalam, Masuk aja...”
“Aku harus buru-buru ke kampus ada kuliah pagi”
Dan dia pun berlari ke ujung jalan memberhentikan sebuah taksi dan berlalu
Papa?! jadi dia anaknya, what?!!.. so itu artinya dia....
Never expected a sister before. Tapi itu berarti dia sudah menikah lagi dong.
Umurnya tidak beda jauh denganku, cepat sekali dia mendapatkan perempuan lainsetelah ibu
Ketika dia baru akan masuk dia menginjak sesuatu. Dompet. Loh itukan dompetnya, kenapa bisa jatuh. Mungkin waktu bertabrakan dengan gadis itu.
Dia melihat dari luar gerbang ke arah teras. Di usianya yang sudah kepala empat, Pak Ryan tidaklah jelek. Badannya masih tegap dan perutnya rata, tidak seperti bapak-bapak kebanyakan. Ben menelusuri wajah Pak Ryan dan benci bahwa dia harus mengakui beberapa kemiripan mereka. Alis, mata dan bibirnya semua dari laki-laki itu. I hate gens! Di depan pintu, seorang wanita merapikan dasinya, tipikal sekali. Cantik, tapi masih lebih cantik ibuku.batin ren.
Cuihhh, dia benar-benar meludah saat wanita itu mengecup pipi pak ryan.
Aku akan pulang cepat nanti, bye…”
hati-hati di jalan ya, love you
Love you too
Ben sudah tidak tahan, dia segera beranjak dari tempat itu sebelum terlihat. Dia pulang naik taksi, sewaktu akan membayar taksi, dia kaget karena di dalam tasnya ada dua dompet yang persis sama. Dibukanya salah satu dompet itu, ternyata di dalamnya ada KTP dengan foto yang norak sekali, foto gadis itu. Dia membayar taksi dengan uang dari dompet miliknya. Bagaimana dia akan mengembalikan dompet ini ya
Tapi tunggu dulu, gadis itu sudah punya ktp. Dia saja baru punya ktp tahun ini, apa gadis itu lebih tua darinya. Dilihatnya tanggal kelahiran di ktp dan dia kaget ketika mendapati tanggal lahirnya yang tertera di situ
Dasar bajingan brengsek, berarti dia selingkuh saat masih jadi suami ibu dan lebih memilih selingkuhannya. Sialaaaaaaaannnnnnnn,
Ben sampai ke apartemennya dan membanting pintu di belakangnya dengan keras lalu melempar dirinya ke atas sofa. Dia meraih remote untuk menylakan TV dan mengganti-ganti channel dengan cepat lalu mematikannya lagi. Dia mengambil bantal dan meletakkannya di atas muka. Gelap...
Ben hampir terjerembab ke lantai ketika tersentak oleh dering bel. Dia menggosok matanya lalu berjalan terhuyung ke depan pintu
“yaaa... sebentar”
Pintu mengayun terbuka
“Laundry mas...”
Ternyata petugas delivery dari laundry langganan ren.
Ben menaruh tangan di depan mulutnya, menguap
“Baru bangun yo mas ?”
            “eh Hmm...”
“Pamali lo mas bangun siang-siang gini, udah mau jam 12 siang. Ntar rejekinya dipatok ayam”
Kepo banget sich ini orang, batin ren
“Iya mas” kaata Ren sambil nyengir
“Itu laundriannya nggak dikasiin nich”
“Oh iyo mas lupa. Monggo mas, 34500”
Ben mengambil dompet dari sakunya
“Jadi gini yo mas, walaupun begadang sampe larut malam kita tetap harus bangun pagi soalnya kalo ketinggalan shalat subuh tuch rugi apalagi nggak bisa menghirup udara pagi yang...”
“Iya iya mas, ini nihhh kembaliannya ambil aja.”
Ben buru-buru menarik kantung laundrian dari tangan si petugas laundri dan menyelipkan uang lima puluh ribu ke tangannya
Dia kembali ke dalam apartemen dengan langkah seribu lalu menutup pinu.
“Walah mas, gak sopan banget, aduh... tapi makasih yo, lumayan”
Ren menaruh laundriannya di atas rak sepatu lalu kembali duduk di atas sofa.
Dasar kepo tuh tukang antar. Emang tahu apa... God, such an awfull day
Such an awfull family, bikin sakit mata aja...
Ben kembali terbayang sepasang suami istri tadi.
Bagaimana bisa ayahnya hidup bahagia seperti itu setelah meninggalkan ibunya sendirian berjuang membesarkan Ben. Laki-laki tidak bertanggung jawab!!!
Kemarahan Ben kembali meluap
Aku tidak terima, ini tidak adil. Dia punya keluarga yang lengkap,istri dan anak. keluarga kecil yang bahagia sementara dia sebatangkara sekarang. Ini tidak adil untuk dia dan ibunya. TIDAK ADIL!
Dia menghentakkan tangannya dan merasa sakit saat ternyata mengenai remote.
TV menyala, drama seri di Starworld, Revenge.
Lalu terbersitlah sebuah gagasan dalam benaknya. pergelangan tangannya berdenyut nyeri dan jantungnya berdetak cepat tetapi bibirnya tersenyum dan matanya berkelebat tajam.

Mahsumi Yumi Rhe

Get Free Music at www.divine-music.info Get Free Music at www.divine-music.info Free Music at divine-music.info